Pada realitas era global terkadang sering timbul pertanyaan-pertanyaan pada diri kita . Apakah bangsa Indonesia masih menjunjung tinggi semboyan Bhinneka Tunggal Ika ? Ataukah hanya kalimat belaka ? Contoh yang paling mudah dalam kehidupan sehari-hari adalah disekolah , misalnya ada anak berambut keriting yang dijuluki teman-temannya sebagai si kribo , tapi pada kenyataanya banyak orang yang memiliki rambut lurus rela mengubah rambutnya menjadi keriting , bukankah keriting itu indah ? Di dalam masyarakat pun sering menjuluki kelebihan orang lain dengan kata-kata yang kurang baik seperti si mata sapi , si gendut , dan julukan-julukan yang lain. Hal-hal tersebut menegaskan bahwa masih banyak dari kita yang kurang dapat menerima perbedaan .
Tuhan telah menciptakan dunia ini dengan segala macam bentuk perbedaan dan pastinya Tuhan memiliki maksud atas segala ciptaan-Nya , dan pada kenyataanya perbedaan itu sendiri yang membuat dunia ini menjadi indah . Coba bayangkan bahwa semua manusia di dunia ini sama , mulai dari bentuk , raut muka , rambut , warna kulit dan sebagainya , jelas membosankan bukan? Kita harus membangun keseimbangan dan keselarasan dalam menyikapi perbedaan dan keberagaman . Kita juga harus bertoleransi terhadap idividu , grup , dan status dalam masyarakat . Hidup menjadi lebih indah jika ada perbedaan karena kita dapat melengkapi satu sama lain dan membuat hidup ini lebih berwarna , karnanya kita hidup dalam perbedaan , dan dalam perbedaan itu kita hidup
Cindytia Rudianto
DORTMUND
Kelompok 20
Tidak ada komentar:
Posting Komentar