Sabtu, 26 Desember 2009

Indonesia, i just give my best to you

Dedikasiku untuk Negaraku , INDONESIA

“Hmm, apa yang udah kamu lakuin di tahun 2009? Udah ngebanggain Negara belum?”

Pertanyaan di atas udah sering dielu-elukan di setiap waktu , lewat tv, lewat blog,situs-situs Negara dll lah,

Mungkin pertanyaan diatas terlihat wah? Hah? Gila, apa yang bikin lo ngomong gitu? Waras ga sih ni anak? Bla-bla…

Tapi , kita anak muda emang sering ngelupain ini, jadi ya bener aja kalo banyak kekayaan Negara yang direbut Negara lain,,huuhuhuhuu sedih sekali ya kawan…
Sambil dengerin lagunya Gita Gutawa – Aku cinta dia , saya melanjutkan ngetik dan netting , (eits yang satu ini netting=browsing lo).Saya pernah disinggung pertanyaan ini oleh guru saya, sayapun bingung , pada kenyataannya emang saya belum ngebanggain negeri sendiri , saya terlalu banyak ngianatin Negara …contoh kecilnya maaf ya saya ikut ekskul BREAKDANCE yang 100% totally bukan Indonesia bangetttt,, dan sekarang urung niat saya untuk latian , tapi emang, saya yang niat ikut ekskul ini , jadi salahin saya sepenuhnya… Saya juga sering niru gayanya anak barat, do you know Scene girls? Yeahh I’m your big fan ! lah, itu contohnya penghianatan saya yang kedua, maafin saya Indonesia…….Lanjut ke penghianatan saya yang ketiga , semoga saya ga dimasukin penjara gara” nulis postingan ini. Saya suka banget pria bule kaya alex evans, Jeremy sumpter, Daniel pedrosa, yup, I love them full , padahal saya harus nerusin darah Jawa saya supaya ga punah en jadi SIMPAI KERAMAT , hahaha sang pemimpi kalii

Jadi inti pengakuan ini adalah , maaf ya Indonesia….aku belum jadi anak Indonesia yang baik , maafin saya ya Pak Karno, dan seluruh pejuang Indonesia lain , maaf pak,bu……saya janji bakal mengharumkan nama Indonesia tunggu aja ! yang paling penting , doakan saya :D

I love my country, I love INDONESIA

Sudah setengah taun saya jadi anak bahasa, jurusan yang kadang dipandang orang sebelah mata, bahkan peminatnya aja sangatt sedikit, kelas saya aja terdiri dari 15 orang anak betapa sepinya suasana kelas saya, tapi ,saya sangat bangga jadi anak bahasa lho, yuhuu prikitiw
Dalam kelas saya ada pelajaran “antropologi” ini yang namanya nightmare forever . pelajarannya itu ngebahas PKn , Sosiologi , dan segala seluk-beluk Indonesia….Sungguh menakjubkan sekaligus menyeramkan , soalnya saya ga pernah tembus nilai SKM ha ha ha. Eits lagunya udah ganti , asiikk lagu siapa sihh cozy banget, lanjuttt. Nilai saya yang paling tinggi itu 92 kalo ga salah, itupun semuanya berkat contekan dan usaha ngitung kancing (maaf lagi Indonesia) Akhir-akhir ini saya sedikit sadar , saya harus rajin belajar antofoology , that’s why I should learn more than once time , hmm 

Lagunya cepet udah ganti afgan-cintaku bukanlah cinta biasaaa syalalalalala,
Bye yoo all .

Selasa, 20 Oktober 2009

mbolang

LONG TRIP's


12 oktober kemarin saya dan temen" mbolang ke BATU.. paralayang,,WOW perjalanan jauh ber kilometer-meter kami tempuh hanya dengan 2 buah motor YAMAHA MIO dan YAMAHA VEGA R
Aku dibonceng ike,galuh dibonceng rehu...galuh n rehu ga pake baju bebas tapi malah pake seragam, wowowowow pulang sekolah gga pulang malah ke batu...
Pertamanya sih perjalanan seakan-akan(lebay) panjanggggg luamaaaaa ga sampek"......tempat paralayang itu sendiri sebenernya kami gga tau,,, kami cuma pake insting seorang pelajar kelas 2 SMA dari 2 kubu yang berbeda,,bahasa dan IPA...
mataku gatelll banget,,, rasae semua debu di jalan masukkk smua haduh..

But, finally sampe disana dengan selamat ga kurang apapun.....huah,, ga nyesel deh capek-lama-panas pergi kesituuu

busettttt,,,, ternyata ada temen kelas xi yang lagi pacaran disitu hoekhhhh,,, adoh'e talah le' pacarannnn...

hmmmm,,,angin di paralayang guedeeeee banget,,, rambut sampe terbang ke atas, kiri, kanan, homweehhh....foto"...lalallalalaya...itu tujuan kami ke sini,, ini lho PARALAYANG batu , malang ,jatim..
pemandangan kota malang



rehulina,galuh,ike,cindy

asoy geboy!!







Kamis, 15 Oktober 2009

nemu di inbox fb

Piercing – Tato Bukan Kriminal.Tubuh adalah pusat perhatian. Tubuh adalah awal dari visualisasi diri seseorang. Untuk itu tubuh juga merupakan sebuah wadah ekpresi. Yang tidak akan pernah henti-hentinya diekplorasi, didandani, dirawat atau bahkan dibuat derita. Ibarat sebuah kanvas, tubuh telah dijadikan ajang memvisualisasikan diri bagi siapa saja.Tak terkecuali bagi kita semua. Sebagai anak muda yang sedang mencari jati diri. Tak jarang kita mencoba bereksperimen dengan tubuh kita.Sekarang disekitar banyak kita temui orang dengan piercing atau bahkan tattoo di tubuhnya.

Sebenarnya bukanlah fenomena ini bukanlah sesuatu yang baru, akan tetapi dewasa ini budaya ini telah menjadi suatu trend. Apa tanggapan kita ketika melihat mereka ? para orang tua akan bilang mereka berandalan, so buat anak cewek jangan deket-deket mereka. Anak muda yang penganut trend_aholic akan bilang mereka keren atau cool. Seorang agamawan akan bilang mereka berdosa. Tulisan kali ini ingin melihat piercing dan tattoo dari sudut pandang yang lain. Yang bukan hanya sekedar melihat ini sebagai trend apalagi menjustifikasi bahwa itu adalah perbuatan dosa.Criminal atau gak ?Kata tattoo berasal dari tahitian, "tatu" yang berarti "untuk menandakan sesuatu".

Maksud dari menato ada bermacam-macam, dari mulai alasan kebudayaan sampai sesuatu yang dianggap modis dan trendi. Tato memiliki sesuatu yang sangat penting dalam suatu ritual atau tradisi. Di Borneo misalnya, para wanita menato dirinya sebagai simbol yang menunjukkan keahlian khusus mereka. Suku Maori diNew Zealandmembuat tato yang berbentuk ukiran-ukiran spiral pada wajah dan pantat. Menurut mereka, ini adalah tanda bagi keturunan yang baik. Di Kepulauan Solomon, tato ditorehkan di wajah perempuan sebagai ritus untuk menandai tahapan baru dalam kehidupan mereka. Hampir sama seperti di atas, orang-orang Suku Nuer di Sudan memakai tato untuk menandai ritus inisiasi pada anak laki-laki.

Orang-orang Indian melukis tubuh dan mengukir kulit mereka untuk menambah kecantikan atau menunjukkan status sosial tertentu. (Pikiran-rakyat.com)Di Indonesia yang namanya orang bertato sudah mesti diidentikan dengan kriminalitas. Bahkan sempat ada sejarah bahwa di jaman 1980-an banyak orang bertato menjadi korban PETRUS (Penembak Misterius). Alasan yang dikemukakan pun para korban adalah para preman kambuhan, yang banyak merugikan. Masyarakat ketika itu. Tapi di tempat lain tattoo justru menjadi suatu adapt istiadat. Sampai sekarang belum ada yang suatu alasan jelas kenapa makna tattoo berubah dari sekedar seni, adapt istiadat, ukiran dekoratif bergeser menjadi suatu tanda bagi seorang preman.

Sekarang kita lihat telah banyak studio tattoo di sekitar kita.Paraseniman tattoo pun semakin banyak. Mereka melihat tattoo sebagai suatu karya kesenian. Bahkan mereka sangat menentang dan ingin merubah image bahwa tattoo adalah krminal. Seperti sebuah lagu dari Marjinal (Masberto – masyarakat bertatoo) sebuah band punk anarko mereka adalah orang merdeka yang mengekspresikan lewat berseni dan berkarya.Sama halnya dengan piercing yang kemudian sering diidentikan dengan kekerasan dan jalanan. Sejarah piercing (safety pins dan nipple pins) berkembang sejak 1970-an. Budaya ini adalah kombinasi dari semangat do-it-yourself dan counter culture. Adalah Sex Pistols band punk yang kemudian mampu menembus budaya mainstream ketika itu. Dengan hits god save the queen dan gambar sampul kaset yang menampilkan sosok ratuElizabethdengan tindikan dihidung.

Dengan celana sobek-sobek, aksesori peniti, rantai dan tindikan esensi dari kesemuanya adalah perlawanan terhadap budaya mainstream.Yah menurut semangat counter culture, budaya mainstream harus dilawan. Karena budaya mainstream adalah budaya produk kapitalisme. Makanya kemunculan piercing juga merupakan salah satu hasil dari perlawanan terhadap budaya mainstream ketika itu.“Kami Seniman Bukan Koruptor”Tattoo dan piercing adalah seni. Anak muda yang haus akan suatu perubahan, telah menjadikan ini sebagai suatu wadah pemberontakan mereka akan nilai-nilai disekitar mereka. Suatu wujud untuk mewujudkan kemerdekaan pribadi mereka. Terlalu sempit jika kita melihat ini sebagai suatu trend yang berkembang. Tanpa melihat apa arti filosofi yang terkandung didalamnya.

Ungkapan sub judul ini diambil dari dialog dari film “GARASI” yang diutarakan oleh Jajang C. Noer. Yah mereka yang menggunakan dan membuat tattoo dan piercing hanyalah seniman yang mencoba mengekspresikan diri melalui media tubuh manusia. Sebuah pemikiran kolot jika kemudian mengindetikan mereka sebagai berandalan, preman, krimnal atau sejenisnya.Apakah tattoo dan piercing yang memegang senjata dan membunuh orang ? Apakah tattoo dan piercing yang tangannya gerayangan makan uang rakyat ? Apakah tattoo dan piercing yang menjual asset negri ini ke asing ? Apakah tattoo dan piercing yang menyebabkan begitu banyak kerusakan alam ?Jawabannya jelas dan tegas bukan. Masih banyak preman, berandalan dan criminal di negri ini. Tapi mereka tak bertatoo dan piercing. Tak tahu apakah karena emang bukan begitu lagi trendnya. Sekarang para criminal lebih rapi dengan bersafari dan berdasi.


yes ! sangat setuju!